“Pelayanan KB MKJP ini merupakan bentuk sinergi antara UPTD Dalduk dan PKK dengan Puskesmas Cibogo bersama tenaga lini lapangan dan kader. Kami terus mendorong masyarakat, khususnya pasangan usia subur, untuk mendapatkan pelayanan KB yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing,” ujar Icih.
Menurutnya, pelayanan KB tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jumlah dan jarak kelahiran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan keluarga yang berkualitas.
“Harapannya, melalui pelayanan yang dilakukan secara terpusat seperti ini, masyarakat semakin mudah mendapatkan akses pelayanan KB. Kami juga berharap capaian indikator sasaran Program KB Tahun 2026 dapat terus meningkat,” katanya.
Dari pelayanan yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 37 akseptor mendapatkan pelayanan kontrasepsi MKJP. Rinciannya, sebanyak 18 akseptor menggunakan IUD, sementara 19 akseptor memilih Implant.
Icih menambahkan, keberhasilan pelayanan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tenaga lini lapangan, kader hingga tenaga kesehatan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini penting agar pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat secara optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pelayanan KB MKJP IUD dan Implant di Puskesmas Cibogo diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat program pembangunan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga melalui penggunaan kontrasepsi jangka panjang. (**)












