Dony juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi dalam membangun organisasi dan melahirkan pengusaha yang adaptif. Menurutnya, peningkatan pengetahuan akan memperluas wawasan dan membuka peluang munculnya gagasan serta inovasi baru.
“Program yang harus dilaksanakan setidaknya harus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, tingkatkan pengetahuannya, sehingga wawasannya akan lebih luas, visinya akan lebih terbuka. Dengan begitu pasti akan menghadirkan inovasi,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas, HIPPI diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan melalui penguatan jejaring usaha dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dinilai penting agar kontribusi HIPPI terhadap perekonomian Sumedang semakin besar.
“Kalau sistemnya kuat, sumber daya manusianya berkualitas, programnya tepat, dan kolaborasinya berjalan, saya yakin HIPPI bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Sumedang,” ujar Dony.
Sementara itu, Ketua DPD HIPPI Sumedang Firman Bagja Nugraha mengatakan kepengurusan baru membawa semangat “Niaga Berdaya, Dakwah Berjaya”. Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kesadaran dakwah bukan hanya dakwah di atas mimbar saja, tetapi dakwah di bidang ekonomi. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran, sehingga HIPPI Sumedang mempunyai harapan, khususnya di Kabupaten Sumedang, tidak ada lagi warga yang kekurangan,” ungkapnya.
Melalui semangat tersebut, HIPPI Sumedang akan mendorong kemandirian, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi. HIPPI diharapkan menjadi wadah bagi para pengusaha dan profesional untuk berkembang bersama sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Sumedang. (****)









