Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang selaras dengan visi “Pesona Garut Maju Berbudaya”.
Ferdiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung para seniman dan budayawan agar upaya pelestarian seni budaya di Kabupaten Garut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menegaskan dukungan BI terhadap pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang luas karena mampu menggerakkan pelaku UMKM dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat, dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan desa yang menjadi destinasi usaha ini. Oleh karena itu, bagi kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” katanya.
Pupuhu Nyanet Festival 2026, Dasep Badrusalam, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-13. Ia menyebut tradisi Nyanet memiliki nilai filosofis yang merepresentasikan hubungan harmonis antarmanusia, manusia dengan alam, serta hubungan spiritual kepada Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Nyanet Festival mengusung tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” (Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray). Dasep juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival hingga berhasil masuk ke dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN). (****)









