Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa SETARA merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat yang mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum disetorkan ke bank sampah. Melalui program ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Sementara itu, melalui program PRIMA, mahasiswa KKNM akan mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan satu produk unggulan Desa Ponggang. Pendampingan tersebut meliputi penguatan branding, inovasi kemasan (packaging), hingga strategi pemasaran yang lebih efektif agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang tinggi.
Ketua KKNM Universitas Subang, Mochamad Raka Aprizal, menyampaikan bahwa kedua program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program SETARA dan PRIMA diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Ponggang yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu melahirkan produk-produk UMKM yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, KKNM Universitas Subang ingin meninggalkan manfaat yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan Desa Ponggang di masa mendatang. (**)













