Kang Akur menegaskan Pemerintah Kabupaten Subang menyambut baik berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, religius, serta memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Tentu kader GP Ansor itu harus mampu mengelola ekonomi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, persoalan ekonomi dapat diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Dr. H. Addin Jauharudin menekankan pentingnya Latihan Instruktur sebagai bagian dari proses kaderisasi organisasi. Menurutnya, Jawa Barat harus terus memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan instruktur yang berkualitas.
“Latihan Instruktur menjadi sangat penting sekali, dan Jawa Barat jangan sampai lelah melakukan kaderisasi ini,” ujar Addin.
Ia menjelaskan, seorang instruktur tidak cukup hanya menguasai dan menyampaikan materi pelatihan. Instruktur juga memiliki tanggung jawab menjaga nilai perjuangan, ideologi, serta arah masa depan kader.
“Seorang instruktur bukan hanya menyampaikan materi, tetapi penjaga nilai, penjaga ideologi, penjaga masa depan,” tegasnya.
Addin juga menekankan bahwa kaderisasi merupakan proses strategis untuk membentuk kader yang memiliki kompetensi sekaligus berpegang pada prinsip-prinsip syariah.
“Kaderisasi adalah merancang manusia sesuai tujuan dan prinsip syariah,” tuturnya.
Latihan Instruktur (LI) 1 Angkatan VI tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat dan diikuti peserta dari berbagai Pimpinan Cabang di Jawa Barat. Selain LI 1, kegiatan juga dirangkaikan dengan Suspelat I Angkatan IV dan Dirosah Wustho Angkatan II.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pencegahan BNPT, Bupati Sumedang, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Ketua PCNU Kabupaten Subang, Shohibul Bait H. Urip Suprianto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, Camat Cipunagara beserta jajaran Forkopimcam Cipunagara, serta seluruh peserta pelatihan. (**)












