Dalam insiden tersebut, beberapa orang mengalami luka-luka dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Komandan Pleton BPBD Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menambahkan bahwa ada 23 santri berusia 13–17 tahun yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap. Dari jumlah tersebut, 14 orang dirujuk ke RS Andhika, sementara sembilan lainnya dibawa ke RS Ali Sibroh Malisi. Petugas PMI dan Sudin Kesehatan Jakarta Selatan sebelumnya juga telah memberikan pertolongan awal berupa pemberian oksigen. (**)







