Bupati Subang menegaskan bahwa keberadaan HIPMI harus memberikan dampak ekonomi yang terukur. Menurutnya, pengusaha muda tidak cukup hanya membangun jejaring internal organisasi, tetapi dituntut menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga lokal, dan memastikan masyarakat Subang tidak menjadi penonton dalam geliat investasi dan pembangunan ekonomi daerah.
Tema “Sasarengan Ngabret: Akselerasi Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan” dinilai relevan, namun juga menantang. Akselerasi pembangunan menuntut HIPMI Subang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital, transisi industri, serta persaingan usaha yang semakin ketat. Tanpa inovasi dan konsistensi, percepatan yang diharapkan berpotensi hanya menjadi jargon.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penentu. HIPMI diharapkan tidak hanya menjadi mitra formal, tetapi juga mitra kritis yang mampu memberi masukan konstruktif terhadap kebijakan ekonomi daerah, khususnya terkait iklim usaha, kemudahan perizinan, dan penguatan ekosistem kewirausahaan lokal.
Rangkaian acara pelantikan ditutup dengan penyematan jaket dan penyerahan plakat HIPMI Kabupaten Subang serta pengukuhan badan semi otonom. Namun setelah seremoni berakhir, tantangan sesungguhnya baru dimulai: membuktikan bahwa HIPMI Subang periode 2025–2028 mampu menghadirkan kerja nyata, berdampak luas, dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (**)












