“Hormati penyandang disabilitas melalui sikap aparatur, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Hari Disabilitas Internasional harus menjadi titik perubahan dari belas kasihan menuju penghormatan, dari keterbatasan menuju kesetaraan, dan dari pengabdian menuju pemberdayaan,” jelasnya.
Menurutnya, penyandang disabilitas harus dipandang sebagai subjek utama pembangunan.
“Mereka bukan kelemahan, tetapi kekuatan dan inspirasi bagi kita semua,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga memberikan apresiasi kepada Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kuningan, yang meraih Juara 2 Nasional Anugerah GTK Hebat 2025 kategori Kepala SLB Dedikatif dan menerima penghargaan dari Presiden RI melalui program unggulan Taruna Nagara.
Menutup sambutan, Amih Tuti mengajak masyarakat membuka ruang dan peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
“Indikator kemanusiaan suatu daerah bukanlah kemegahan bangunannya, tetapi bagaimana ia memuliakan warga yang paling rentan,” tegasnya.
Acara juga diisi pentas seni dari penyandang disabilitas serta penyerahan bantuan. Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini diharapkan menjadi gerakan bersama menuju Kuningan yang lebih inklusif dan ramah untuk semua.






