Sosial  

Hari Anak Nasional, Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Penuhi Hak Pendidikan Anak

kemensos.go.id/PESANJABAR
Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi pemerintah untuk memenuhi hak anak atas pendidikan yang layak

Pada momentum Hari Anak Nasional, pemerintah ingin memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang aman dan berkualitas, di tengah berbagai tantangan seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta pengaruh lingkungan yang tidak mendukung perkembangan anak.

“Kita ingin anak-anak kita ke depan memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. Ini pekerjaan rumah besar kita di tengah tantangan kekinian yang luar biasa,” katanya.

Gus Ipul menyebut perhatian tersebut difokuskan kepada keluarga-keluarga rentan atau The Invisible People yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat hampir empat juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah. Kondisi itu mendorong pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan.

“Salah satunya adalah Sekolah Rakyat. Ini adalah sekolah berasrama, tidak ada tes akademik, tetapi menjangkau anak yang belum sekolah, tidak sekolah, dan putus sekolah sehingga mereka memperoleh pendidikan yang baik dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, lebih dari 65 persen orang tua siswa dari keluarga tidak mampu merupakan lulusan sekolah dasar. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap para siswa mampu menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Program tersebut, lanjutnya, melibatkan berbagai kementerian dan lembaga serta menjadi salah satu program pendidikan yang pertama kali diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di akhir keterangannya, Gus Ipul menegaskan pemerintah berkomitmen terbuka terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa, termasuk penyaluran bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran serta masih banyaknya anak yang belum memperoleh akses pendidikan dan perlindungan yang memadai.

“Kita jujur dan terbuka bahwa memang masih ada bansos yang belum tepat sasaran. Kita juga jujur masih banyak anak-anak kita yang belum sekolah, belum memperoleh perlindungan, dan untuk itu harus dicarikan solusi,” tutupnya. (**)

Laman: 1 2

Source: kemensos.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *