Kondisi tersebut menunjukkan tingginya potensi kebakaran lahan pada periode pertengahan tahun dan menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di wilayah Garut.
Sementara itu, jumlah kebakaran nonlahan memang belum melampaui catatan sepanjang 2025. Tahun lalu tercatat 204 kejadian, sedangkan hingga 13 Agustus 2026 jumlahnya telah mencapai 172 kejadian atau sekitar 84,3 persen dari total tahun sebelumnya.
Kasus kebakaran nonlahan terbanyak pada 2026 terjadi pada Juli dengan 35 kejadian. Selanjutnya, Februari mencatat 27 kejadian dan Maret sebanyak 24 kejadian.
Jika tren kebakaran nonlahan masih berlanjut hingga penghujung tahun, jumlah kasus pada 2026 berpotensi melewati total kejadian yang tercatat sepanjang 2025.
Meningkatnya jumlah kejadian kebakaran tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Terlebih, lonjakan kasus kebakaran lahan yang mencapai 638,1 persen menunjukkan adanya peningkatan risiko yang perlu diantisipasi secara serius.
Disdamkarmat Kabupaten Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanganan kebakaran. Selain memperkuat respons terhadap kejadian, langkah pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran, khususnya kebakaran lahan.
Data tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada periode ketika risiko kebakaran lahan mengalami peningkatan. (****)
