Sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan anggota, Koperasi GLB menerapkan skema penguasaan lahan dua hektare per anggota guna mencapai skala ekonomi yang lebih optimal. Melalui skema tersebut, setiap anggota ditargetkan mampu memperoleh pendapatan hingga Rp150 juta per tahun.
“Insya Allah anggota bisa mendapatkan penghasilan Rp150 juta per tahun, itu sudah standar kesejahteraan nasional,” tambahnya.
Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas dukungan dan komitmennya dalam mendorong koperasi agar semakin maju dan mampu bersaing di tingkat global.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa koperasi mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing global,” ujarnya.
Menurut Kang Akur, ekspor kopi sebanyak lima kontainer atau 96 ton merupakan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Subang karena merupakan hasil kerja keras petani, pengelola koperasi, serta dukungan sinergi lintas sektor.
“Ekspor hari ini menjadi simbol kemajuan sektor perdagangan dan pertanian di Kabupaten Subang,” tuturnya.









