Sosial  

Dua Menteri Kunjungi Keluarga Risiko Stunting di Subang, Bantuan BRI Disalurkan

SAE/PESANJABAR
Penyerahan bantuan BRI Peduli TJSL untuk renovasi rumah tidak layak huni di Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Subang, Senin (2/11/2026)

SUBANG.PesanJabar.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengunjungi keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Subang, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi dua keluarga sasaran. Keluarga pertama, Carnasih dan Encep, berada di Dusun Kepuh, Desa Sukahurip. Sementara keluarga kedua, Sari, berada di Dusun Ciangsana Hilir, Desa Bantarsari.

Selain melihat langsung kondisi keluarga berisiko stunting, rombongan juga menyerahkan bantuan dari Bank BRI senilai Rp50 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal keluarga.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., Anggota DPR RI Hj. Elita Budiati, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang Dr. Drs. H. Yayat Sudrajat, M.M., M.Si., Camat Cijambe, serta kepala desa setempat.

Encep salah satu keluarga penerima bantuan di Dusun Kepuh, Desa Sukahurip, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah bersama Bank BRI. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi rumah sehingga menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Bank BRI atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga dengan adanya bantuan ini, rumah kami bisa menjadi lebih baik dan keluarga kami dapat tinggal dengan lebih nyaman,” ungkapnya.

Menko PMK Sugiono mengatakan, kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara langsung persoalan yang dihadapi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak tahap paling awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *