“Hasil kompetisi hibah penelitian baru 2026 antar perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning, alhamdulillah kampus kita Universitas Sindang Kasih Majalengka meraih terbanyak dibandingkan kampus lain. Tahun 2026 ini Universitas Sindang Kasih Majalengka meraih 13 penelitian baru dan satu penelitian lanjutan yang dibiayai pemerintah,” jelasnya.
Abas menambahkan, seluruh fakultas di Universitas Sindang Kasih Majalengka berhasil meloloskan perwakilan dosennya dalam program hibah penelitian tersebut. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan para dosen USKM adalah kemampuan mengintegrasikan teknologi dan budaya dalam penelitian akademik.
Salah satu proposal yang dinilai inovatif yakni penelitian yang mengelaborasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Batik Mega Mendung dalam pembelajaran matematika yang diajukan oleh Azi Nugraha, M.Pd dan Elly Rizekia Fadillah, M.Pd.
Meski jumlah hibah penelitian tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, capaian tersebut tetap menjadi prestasi tersendiri bagi kampus yang baru berusia dua tahun tersebut.
“Jika dibandingkan tahun 2025 memang jumlah proposal penelitian yang lolos lebih sedikit. Tahun lalu yang berhasil mendapatkan hibah penelitian sebanyak 17 proposal dan satu pengabdian masyarakat, sedangkan tahun 2026 ini kita memperoleh 13 penelitian baru dan satu penelitian lanjutan,” tandas Abas.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Universitas Sindang Kasih Majalengka sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan berkomitmen meningkatkan kualitas penelitian serta inovasi akademik di wilayah Ciayumajakuning. (**)









