“Wayang golek mangrupikeun budaya luhur urang Sunda anu kedah terus dimumule. Ieu sanés saukur hiburan, tapi ogé ngandung ajaran kahirupan,” ujarnya.
Pagelaran ini juga menjadi ruang edukasi budaya, di mana nilai-nilai seperti kebijaksanaan, kepemimpinan, dan etika sosial disampaikan melalui lakon dan karakter pewayangan. Tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sarat makna kepahlawanan menjadi simbol nilai yang relevan hingga kini.

Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar sebagai bagian dari komitmen melestarikan budaya Sunda, sekaligus memperkuat jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, pagelaran wayang golek ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting untuk menjaga warisan budaya agar tetap lestari di Jawa Barat. (**)












