“Pada prinsipnya, Kabupaten Sumedang siap menjadi daerah percontohan dalam penerapan rantai pasok lokal program MBG. Sistemnya sudah tersedia, tinggal menunggu regulasi dari BGN,” ujarnya.
Sekda menegaskan, percepatan program MBG ini diarahkan agar perputaran ekonomi tetap berada di Sumedang dan memberi dampak langsung bagi petani serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala KPPG Yulian menyampaikan bahwa kunjungannya difokuskan pada percepatan implementasi MBG, terutama dalam memperkuat sistem rantai pasokan pangan lokal. Ia menekankan agar tidak terjadi monopoli komoditas dalam penyediaan bahan baku, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menurutnya, Presiden menginginkan program MBG memberikan manfaat yang luas dan merata, sehingga perputaran anggaran tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Ke depan, KPPG akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Sumedang, seperti Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, guna memastikan validitas data pasokan pangan daerah sebagai dasar pemenuhan kebutuhan MBG. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) agar setiap SPPG memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan. (****)












