JAKARTA.pesanjabar.com – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah segera tiba. Berdasarkan kalender Hijriah, Senin (15/6/2026) bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H. Jika hilal terlihat pada sore hari ini, maka Selasa (16/6/2026) akan menjadi 1 Muharram 1448 H.
Dalam kitab Maslakul Akhyar, Mufti Jakarta abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Habib Utsman bin Yahya, mencantumkan doa akhir tahun dan doa awal tahun yang lazim dibaca umat Islam saat pergantian tahun Hijriah.
Doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebelum Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada malam 1 Muharram. Tradisi ini didasarkan pada sistem penanggalan Hijriah yang menetapkan pergantian hari setelah matahari terbenam.
Berikut bacaan doa akhir tahun sebagaimana tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar:
Doa Akhir Tahun
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Artinya: “Ya Allah, segala amal yang telah aku kerjakan pada tahun ini yang Engkau larang dan aku belum sempat bertobat darinya, sementara Engkau tetap melimpahkan kemurahan-Mu kepadaku meski mampu menghukumku, dan Engkau mengajakku untuk bertobat setelah aku berani bermaksiat kepada-Mu. Maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridai serta Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon agar Engkau menerimanya. Janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.”
Sementara itu, doa awal tahun dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib sebagai ungkapan harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru.
Doa Awal Tahun
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Abadi, Maha Dahulu dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia aku berharap. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon perlindungan kepada-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya, serta memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Bimbinglah aku agar senantiasa melakukan hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”
Melalui pembacaan doa akhir dan awal tahun tersebut, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atas perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus memanjatkan harapan agar tahun baru Hijriah membawa keberkahan, keselamatan, dan peningkatan kualitas ibadah kepada Allah SWT. **







