Peringatan Hari Bumi, Aktivis Tekankan Aksi Nyata Bukan Seremoni

“Generasi muda bukan hanya pewaris bumi, tapi agen perubahan untuk menjaganya.” (Sohib Muslim)

SAE/PESANJABAR
Generasi muda didorong menjadi motor perubahan dalam menjaga kelestarian bumi.

REDAKSI.pesanjabar.com – Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian planet. Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajakan global untuk melakukan tindakan nyata dalam menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Hari Bumi melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari individu, komunitas, hingga pemerintah dan organisasi internasional. Beragam kegiatan dilakukan, seperti kampanye pengurangan penggunaan plastik, penghematan energi, hingga aksi penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Dalam konteks tersebut, Sohib Muslim, yang pernah aktif dalam gerakan Mahasiswa Kelestarian Alam (Mahapeka) Kampus USSC, menilai bahwa peringatan Hari Bumi harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks, sehingga membutuhkan keterlibatan aktif, khususnya dari generasi muda. Ia menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *