BANDUNG.pesanjabar.com – Kasus bayi yang mengalami sejumlah gejala serius usai imunisasi di Kota Bandung memunculkan perhatian publik. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan bahwa penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan kondisi bayi kini telah membaik. (16/04/2026)
Peristiwa ini bermula dari laporan Puskesmas Padasuka terkait bayi yang menerima imunisasi pada 6 April 2026. Lima hari kemudian, bayi tersebut harus dilarikan ke IGD RS Santo Yusuf dengan keluhan demam tinggi, ruam kulit, pembengkakan pada mata, hingga kejang gejala yang tergolong cukup serius untuk bayi.
Dinkes Kota Bandung menyatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani sebagai dugaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Bayi itu kemudian menjalani perawatan intensif selama tiga hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada 14 April 2026 dalam kondisi yang diklaim membaik.
Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menegaskan seluruh prosedur penanganan telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait penyebab pasti munculnya gejala tersebut, apakah berkaitan langsung dengan vaksin atau faktor lain.
Laman: 1 2






