Wamen LH Ajak Pemkot Bandung Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis RDF

bandung.go.id/PESANJABAR
Wamen Lingkungan Hidup mendorong Pemkot Bandung memperkuat pengelolaan sampah berbasis RDF dengan mencontoh keberhasilan Banyumas yang telah mencapai tingkat pengelolaan 77 persen.

Ia menekankan bahwa paradigma lama “kumpul-angkut-buang” sudah tidak relevan lagi. Banyumas dinilai mampu membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan. Tingkat pengelolaan sampah di daerah tersebut bahkan telah mencapai 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 25 persen.

Selain itu, Diaz turut mengapresiasi keberhasilan Banyumas memperoleh hibah dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) sebesar USD 150.000. Hibah tersebut menjadi bukti kuatnya inovasi serta kolaborasi lintas sektor, meskipun dengan dukungan APBD yang relatif terbatas.

Ia berharap praktik baik Banyumas dapat direplikasi oleh daerah lain, termasuk Kota Bandung, guna mempercepat penyelesaian persoalan sampah secara nasional. Menurutnya, isu sampah tidak hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga kesehatan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan kesiapan menjadikan Banyumas sebagai referensi dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan. Ia menilai keberhasilan Banyumas terletak pada rasio antara timbulan sampah dan kapasitas pengolahan yang seimbang.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung saat ini tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk optimalisasi RDF, dengan menyesuaikan karakteristik kota besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Meski kondisi berbeda, ia menegaskan prinsip utamanya tetap sama, yakni memastikan sampah benar-benar terselesaikan melalui sistem yang konsisten dan terintegrasi. (****)

Laman: 1 2

Source: bandung.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *