Ia mengingatkan warga agar tidak membalas dengan tindakan serupa atau komentar yang justru memperkeruh keadaan. Menurutnya, menjaga kehormatan tidak dilakukan dengan kemarahan, melainkan melalui sikap dewasa dan berbudaya.
“Orang Sunda dikenal sopan dan beradab. Jangan sampai kita terjebak melakukan penghinaan balik. Tetap tenang dan jangan terprovokasi,” tegasnya.
Farhan juga meminta masyarakat untuk mempercayai proses hukum yang sedang berjalan serta menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas dan berpotensi menimbulkan kebencian.
“Biarkan aparat bekerja. Jangan menyebarkan kabar yang tidak terverifikasi,” katanya.
Ia mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk menjaga persatuan dan menunjukkan perilaku bijak dalam bermedia digital. (****)












