“Kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, di mana permintaan daging biasanya meningkat. Pemerintah Kabupaten Subang perlu memastikan ketersediaan daging aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Kang Asep Nuroni menegaskan, pencegahan PMK menjadi prioritas pemerintah daerah, dibuktikan dengan anggaran pengendalian dan pencegahan sebesar Rp300 juta pada tahun 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan peternak sangat penting untuk pengendalian PMK yang efektif.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., menekankan bahwa vaksinasi massal harus dibarengi dengan praktik budidaya ternak yang aman dan pengelolaan lingkungan peternakan yang baik.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Subang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dekan Fakultas Kesehatan Hewan IPB, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui akselerasi vaksinasi ini, Pemkab Subang berupaya menjaga populasi ternak tetap sehat, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan memastikan ketersediaan daging berkualitas menjelang Ramadhan 2026. (**)












