Menurutnya, salah satu keunikan dalam pelaksanaan konferensi ini adalah panitia menjadi donatur pertama dalam pembiayaan kegiatan. Hal tersebut mencerminkan nilai khidmah dan kebanggaan berkhidmat di lingkungan NU.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Majalengka yang diwakili Wakil Ketua II K. Solehul Hadi, S.Pd.I., S.Sos., menegaskan bahwa konferensi MWC NU bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan sarana memperkuat peran NU dalam melayani umat. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah serta hadir aktif di berbagai ruang kehidupan masyarakat.
Dalam rangkaian konferensi, peserta membahas laporan pertanggungjawaban pengurus masa khidmat 2020–2025, evaluasi program kerja, serta merumuskan rekomendasi strategis di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Ketua MWC NU periode sebelumnya, K. Dudung Masduki, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas capaian organisasi, di antaranya seluruh ranting NU di Kecamatan Panyingkiran telah terbentuk dan ter-SK-kan, serta keberhasilan UPZISNU dalam mengelola program KOIN NU.
Selama lima tahun terakhir, UPZISNU Panyingkiran berhasil menghimpun dana sebesar Rp111.486.601, yang sebagian dimanfaatkan untuk pengadaan dua unit mobil layanan umat bagi masyarakat Kecamatan Panyingkiran.
Puncak konferensi ditandai dengan penetapan KH. Guswahid sebagai Rois Syuriyah, serta terpilihnya Ust. Muaz, M.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah melalui mekanisme musyawarah yang tertib dan transparan. Pemilihan ini menjadi simbol regenerasi kepemimpinan MWC NU Panyingkiran.






