Kondisi tersebut, lanjut Farhan, ditemukan di sejumlah titik strategis seperti kawasan Braga dan Taman Vanda. Bahkan, beberapa bangunan kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai tempat buang air.
Menanggapi persoalan tersebut, Farhan menegaskan bahwa solusi yang ditempuh tidak hanya dengan menambah fasilitas toilet umum. Pemkot Bandung akan lebih dulu melakukan operasi penertiban terhadap tunawisma dan manusia gerobak yang kerap beraktivitas di kawasan wisata dan pusat kota.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah operasi penertiban terhadap homeless dan manusia gerobak. Jumlahnya memang cukup banyak,” tegasnya.
Selain penertiban, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di lokasi-lokasi yang selama ini kerap dijadikan tempat buang hajat, termasuk gedung kosong dan sudut-sudut jalan di pusat kota.
Meski menghadapi persoalan kebersihan dan sosial selama libur Nataru, Farhan menyebut dampak positif tetap dirasakan Kota Bandung. Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama masa liburan tercatat melampaui target yang telah ditetapkan.
“Selama dua minggu libur Nataru memang ada dampak negatif dari sisi kebersihan, namun alhamdulillah PAD kita justru melebihi target,” ungkapnya.
Capaian tersebut, menurut Farhan, menjadi modal penting bagi Pemkot Bandung untuk mendukung penambahan kuota pembangunan infrastruktur ke depan, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat. (****)






