Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi di tiga titik utama, yakni di Kecamatan Pamanukan tepatnya di belakang Yogya Swalayan, area persawahan di Kecamatan Blanakan, serta wilayah Ciasem Tengah dan Ciasem Hilir di Kecamatan Ciasem yang terdampak paling parah akibat jebolnya tanggul.
Selain bantuan logistik, Kang Rey memastikan pemerintah daerah akan membantu masyarakat yang kehilangan dokumen penting akibat banjir, seperti dokumen kependudukan, ijazah, hingga sertifikat tanah. Ia meminta camat setempat segera melakukan pendataan agar proses pengurusan dokumen pengganti dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Lebih lanjut, Kang Rey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan terus mendorong upaya pembangunan dan perbaikan tanggul sebagai langkah pencegahan agar banjir tidak kembali terjadi di kemudian hari. Menurutnya, meski pembangunan tanggul bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah, pihaknya akan mendorong kerja sama antara pengembang dan Balai Besar Wilayah Sungai agar perbaikan tanggul dapat segera dilakukan, terlebih intensitas hujan masih tergolong tinggi.
Menutup peninjauan, Kang Rey mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa agar kondisi segera membaik, banjir cepat surut, dan curah hujan menurun, sehingga Kabupaten Subang terhindar dari bencana serupa ke depannya. (**)











