Sementara itu, Sekda Subang H. Asep Nuroni dalam sambutannya mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian atas sinergi dalam pengembangan sektor tebu di daerahnya.
“Ini merupakan langkah konkret memperkuat tebu sebagai komoditas unggulan yang berperan penting dalam peningkatan produksi dalam negeri serta mendukung kemandirian pangan dan energi nasional,” ujarnya.
Kang Asep menyebut bahwa kegiatan bongkar ratoon bukan hanya tentang penanaman ulang, tetapi juga penanaman harapan baru bagi kesejahteraan petani.
“Subang memiliki lahan subur dan petani tangguh yang siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini,” katanya.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa keberhasilan program ini tidak cukup hanya dengan seremoni tanam perdana. Diperlukan konsistensi pendampingan, akses pembiayaan, dan penataan pasar agar petani tidak kembali terjebak dalam siklus rendahnya harga jual tebu dan tingginya biaya produksi.
Kang Asep pun menyoroti pentingnya penerapan teknologi pertanian modern serta pola tanam efisien untuk mendorong produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan sektor perkebunan tebu di Kabupaten Subang,” ujarnya menambahkan.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat benar-benar dimanfaatkan secara optimal, tidak berhenti pada tataran seremoni atau proyek jangka pendek.
“Program ini harus membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi pedesaan, dan mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis tebu di Subang. Dengan dukungan nyata dari pemerintah pusat, manfaatnya akan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (**)












