Johannes Leimena – Lahir di Ambon, 6 Maret 1905. Pembantu IV Kongres Pemuda II yang dikenal sebagai dokter muda berpikiran demokratis.
Mohammad Rochjani Su’ud – Lahir di Jakarta, 1 November 1906. Ketua Pemoeda Betawi sekaligus Pembantu V Kongres Pemuda II yang memperkuat partisipasi pemuda lokal.
Soenario Sastrowardoyo – Lahir di Madiun, 28 Agustus 1902. Sebagai penasihat kongres, ia menegaskan pentingnya nasionalisme dan semangat demokrasi.
Sarmidi Mangoensarkoro – Lahir di Surakarta, 23 Mei 1904. Aktivis pendidikan yang berjuang memperluas akses belajar bagi rakyat dan aktif dalam Kongres Pemuda I dan II.
Wage Rudolf Soepratman – Lahir di Purworejo, 19 Maret 1903. Pencipta lagu “Indonesia Raya” yang pertama kali diperdengarkan di Kongres Pemuda II.
Theodora Athia Salim (Dolly Salim) – Lahir di Bukittinggi, 26 Juli 1913. Putri dari H. Agus Salim ini menjadi sosok yang pertama kali menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan melambangkan peran penting perempuan dalam sejarah bangsa.
Semangat dan perjuangan para tokoh muda ini membuktikan bahwa persatuan lahir dari keberagaman. Nilai-nilai yang mereka wariskan menjadi inspirasi abadi bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan dan semangat kebangsaan Indonesia. (**)


