Ega juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam dunia UMKM. Ia menyebut perempuan memiliki peran luar biasa karena mampu mengelola keluarga sekaligus berperan aktif dalam peningkatan ekonomi. Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap kerajinan serat daun nanas dapat meningkatkan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda dan para ibu. Ega optimistis Subang mampu bersaing melalui inovasi serta strategi pemasaran yang tepat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Banyak produk Subang yang sudah masuk pasar nasional dan internasional. Dengan kreativitas dan inovasi, pemasaran bisa terus meningkat,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta diajarkan membuat empat jenis produk kerajinan dari serat daun nanas, yaitu tas motif kerang, tas motif melati, dompet motif kerang, dan tas khusus telepon genggam.
Penutupan kegiatan ini juga dihadiri Ketua DWP Kabupaten Subang, Kabag Perekonomian, para narasumber, instruktur, serta para pengrajin binaan DKUPP Subang. (**)












