Sosial  

Siaga Nataru 2025–2026, SAR Bandung Fokus Jalur Transportasi dan Pantai

rri.co.id/PESANJABAR
Kantor SAR Bandung menggelar siaga khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

BANDUNG.pesanjabar.com – Kantor SAR Bandung menggelar siaga khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 guna mengantisipasi peningkatan arus perjalanan dan kunjungan wisatawan di wilayah Jawa Barat. Kesiapsiagaan ini dimulai sejak 18 Desember 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 4 Januari 2026.

Penata Pencarian dan Pertolongan Ahli Muda Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, menjelaskan bahwa siaga Nataru merupakan agenda rutin tahunan. Fokus pengamanan diarahkan pada jalur transportasi utama serta kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih tinggi selama periode libur akhir tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden darurat.

“Kami telah menempatkan personel dan peralatan SAR di sejumlah titik rawan,” ujar Mamang. Penempatan dilakukan di ruas tol, jalur selatan, serta kawasan pantai yang menjadi tujuan wisata.

Sejumlah pantai yang menjadi prioritas pengamanan antara lain Pantai Pangandaran, Pantai Santolo, dan Pantai Kejawanan Cirebon. Selama masa siaga Nataru, tim SAR Bandung juga telah melakukan beberapa operasi pencarian dan pertolongan.

“Minggu ini kami sudah melakukan operasi SAR terhadap dua kejadian. Satu korban di wilayah Cianjur berhasil ditemukan, dan satu lainnya di Pantai Pangandaran Barat ditemukan pada siang hari,” jelasnya.

Mamang mengungkapkan bahwa Pantai Pangandaran masih menjadi kawasan dengan tingkat kunjungan tertinggi setiap musim libur akhir tahun. Namun, ia juga menyoroti masih rendahnya kepatuhan sebagian wisatawan terhadap imbauan keselamatan.

“Pengunjung sudah diingatkan untuk tidak beraktivitas di sore hari, tetapi masih ada yang mengabaikan imbauan tersebut,” katanya.

Menurutnya, arus laut yang kuat serta keterbatasan kemampuan berenang menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan laut. Ia mengingatkan bahwa upaya pertolongan tanpa keterampilan yang memadai justru dapat membahayakan penolong.

“Kondisi arus laut berbahaya. Jika menolong tanpa kompetensi, risikonya bisa ikut terseret,” pungkasnya.

Kantor SAR Bandung pun mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mematuhi aturan keselamatan demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan selama libur Natal dan Tahun Baru. (****)

Source: rri.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *