Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Majalengka, H Ence SKM, MM, MSi dalam paparannya mengatakan bahwa meskipun saat ini di Majalengka sudah banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi industri dan bandara internasional, tapi soal pangan masih surplus. Artinya bidang ketahanan pangan Kabupaten Majalengka masih aman karena lahan pertanian masih cukup luas.

Dikatakan Ence, sebagaimana dijelaskan Bupati Majalengka bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Majalengka akan mempertahankan lahan pertanian pertanian produktif untuk cadangan pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 30.996,42 hektare yang tersebar di hampir semua kecamatan. LP2B ini terluas berada di Kecamatan Ligung mencapai 3.218,19 hektare. Kemudian di Kecamatan Jatitujuh seluas 2.18,11 hektare dan Kecamatan Lemahsugih seluas 1.965,65 hektare.
Lanjut dia, yang menjadi permasalahan saat ini khususnya bidang pertanian adalah sulitnya regenerasi sumber daya manusia karena minimnya generasi muda yang mau terjun di bidang pertanian. Saat ini bidang pertanian dan perkebunan banyak dikerjakan generasi tua sedangkan generasi mudanya lebih memilih bekerja di pabrik atau bidang lainnya. (**)







