Selain menyiapkan konsep pertunjukan, para santri juga terlibat dalam proses teknis seperti pembuatan kostum, properti, hingga pengaturan tata panggung. Gotong royong dan kerja sama terlihat kuat di antara mereka, menjadi cerminan nilai-nilai kebersamaan khas santri.
Salah satu peserta drama kolosal, Deni Saparudin, mengaku bangga bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Senang banget bisa tampil di acara Hari Santri. Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi bentuk rasa cinta kami kepada dunia pesantren,” ujarnya dengan penuh semangat.
Proses latihan dan persiapan ini turut dibimbing oleh Gus Eko, guru pembimbing sekaligus pelatih kegiatan. Ia memberikan arahan dan motivasi agar penampilan para santri dapat berjalan maksimal pada hari puncak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat santri Subang dalam merayakan Hari Santri Nasional dengan penuh dedikasi dan kebersamaan.












