Program UPLAND Subang Perlu Strategi Realistis

Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program UPLAND digelar pada 8 Oktober 2025 di Ruang Kerja Wakil Bupati Subang.

Kementan Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Subang

Perwakilan Kementerian Pertanian memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya arahan Wakil Bupati yang dinilai sejalan dengan visi Direktorat Jenderal terkait.

“Kami membawa salam dan apresiasi dari Direktur. Kementerian sangat mengapresiasi kebijakan Pak Wakil Bupati yang sejalan dengan visi kami. Diharapkan hasil rapat ini menjadi acuan bersama yang konsisten,” ujar perwakilan Kementan.

Kementerian juga menegaskan pentingnya optimalisasi kegiatan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku serta memastikan seluruh kegiatan berjalan efektif dan terpantau di lapangan.

Kesiapan Bibit dan Jadwal Pelaksanaan

Dalam rapat tersebut juga dibahas ketersediaan bibit bersertifikat. Berdasarkan laporan lapangan, telah tersedia sekitar 240.000 batang bibit berlabel biru yang mampu mencakup area tanam seluas 10 hingga 11 hektare.

Wakil Bupati menekankan agar proses pengadaan dan tender bibit memiliki kejelasan waktu dan deskripsi kegiatan yang realistis.

“Timeline harus tertulis dan jelas. Jika hanya 45 hari, pastikan kegiatan yang dilakukan memang dapat diselesaikan dalam waktu itu. Yang penting terukur dan sesuai aturan,” ungkapnya.

Dinas Pertanian memastikan proses tender umum dapat diselesaikan dalam 45 hari, dengan target kontrak dan pelaksanaan penanaman rampung hingga 20 Desember 2025.

Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Subang tersebut menghasilkan kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Subang, Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian untuk tetap menjalankan Program UPLAND secara optimal meski dengan waktu terbatas.

Perwakilan Kementan menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendampingi pelaksanaan program agar sesuai regulasi dan berjalan efektif.

“Kita bekerja bersama memastikan program ini tuntas dan menjadi fondasi keberlanjutan pembangunan pertanian dataran tinggi di Subang,” tutupnya.

Program UPLAND diharapkan mampu menjadi motor peningkatan produktivitas pertanian dataran tinggi serta berkontribusi pada kesejahteraan petani dalam mewujudkan visi Subang Ngabret. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *