Prof. Emil Salim juga memberikan apresiasi khusus kepada desainer nasional Poppy Dharsono, yang dinilai berhasil memadukan seni, kearifan lokal, dan kreativitas masyarakat menjadi produk fashion bernilai tinggi. Menurutnya, peran figur seperti Poppy Dharsono menjadi kunci lahirnya pusat kreativitas berbasis kedaerahan seperti yang terlihat di Garut.
Sementara itu, Poppy Dharsono, selaku pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia, menjelaskan bahwa membangun pusat fashion berbahan kulit bukanlah proses yang mudah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara serius dan berkelanjutan, hingga mampu melahirkan pelaku UMKM yang menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi.
Poppy juga mengungkapkan bahwa produk kulit asli Garut mendapat respons positif dari para pengunjung, termasuk tamu-tamu internasional, karena kualitasnya yang dinilai unggul. Hal tersebut mendorong visinya untuk menjadikan Garut sebagai kota berbasis ekowisata atau Ecotourism City.
Ia berharap, dalam dua tahun ke depan, upaya yang tengah dibangun dapat memberikan kontribusi nyata dan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Garut. (****)






