“Sangat menyedihkan. Banyak orang di luar sana mendambakan kehadiran anak. Saya berharap masyarakat berpikir matang sebelum mengambil keputusan yang dapat membahayakan nyawa bayi,” tambahnya.
Ega menekankan pentingnya tanggung jawab serta kesiapan mental dalam menjalani peran sebagai orang tua.
“Merawat anak adalah amanah besar. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Saat ini bayi berada di bawah pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Subang sambil terus mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Sebelumnya, bayi sempat dirawat di Rumah Sakit PMC Pamanukan namun terkendala biaya sehingga Polri bersama Puskesmas Pusakanagara memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Ciereng agar mendapat penanganan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK dan Ketua DWP Subang juga menyerahkan bantuan simbolis sebagai bentuk dukungan bagi proses perawatan bayi. (**)






