Menanggapi hal tersebut, pemerhati politik Subang, Suryaman, menilai terpilihnya Daniel merupakan langkah strategis dalam mendorong regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Ia menyebut mekanisme aklamasi dalam Musda menunjukkan solidnya konsolidasi internal Golkar Jabar, meski sebelumnya diwarnai dinamika dan spekulasi di ruang publik.
“Daniel adalah representasi generasi muda yang memiliki kombinasi pengalaman politik dan jaringan organisasi yang cukup matang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas partai,” ujar Suryaman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Daniel diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan elite partai dan aspirasi akar rumput, sekaligus mendongkrak elektabilitas Golkar di Jawa Barat menjelang Pemilu 2029.
“Jawa Barat adalah kunci dalam peta politik nasional. Jika konsolidasi berjalan efektif, bukan tidak mungkin Golkar bisa kembali menjadi kekuatan dominan di wilayah ini,” tambahnya. (**)







