Ia juga memastikan bahwa kabel yang dipotong sebelumnya telah aktif dan terkoneksi melalui jalur bawah tanah, sehingga tidak menimbulkan gangguan layanan kepada masyarakat. Sementara itu, kabel operator yang masih dalam proses aktivasi tidak dilakukan pemotongan dan telah diberi penanda khusus.
Program perapihan kabel ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bandung dan PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai mitra pelaksana IPT. Program tersebut akan terus berjalan hingga 2027 sebagai bagian dari upaya penataan infrastruktur kota agar lebih rapi, aman, dan estetis.
Perwakilan PT Bandung Infra Investama, Andri, menyampaikan bahwa hingga saat ini jalur IPT bawah tanah telah tersedia di 36 ruas jalan dan siap untuk dilakukan pengendalian kabel udara.
“Total saat ini sudah tersedia jalur bawah tanah di 36 ruas jalan dan siap dilakukan pengendalian kabel udara,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pembangunan IPT ditargetkan mencakup 65 ruas jalan, sementara pada 2027 akan ditambah sekitar 30 ruas jalan. Dengan capaian tersebut, seluruh proses penataan jaringan kabel ditargetkan rampung pada April 2027. (****)







