Menurutnya, program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.
“Kabupaten Subang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di Jawa Barat. Wilayah utara kerap dilanda banjir, sedangkan wilayah selatan rawan longsor. Ke depan diharapkan program Kampung Siaga Bencana tidak hanya dikembangkan di wilayah utara, tetapi juga di wilayah selatan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka Program Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Kabupaten Subang dengan total nilai Rp339.192.600.
Bantuan tersebut meliputi fasilitas pembentukan Kampung Siaga Bencana, bantuan logistik untuk lumbung sosial, serta pelaksanaan program Tagana Masuk Sekolah di 19 sekolah yang berada di Kecamatan Legonkulon dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang beserta jajaran, perwakilan unsur Forkopimda Kabupaten Subang, Camat Legonkulon, Camat Pamanukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Subang, para kepala desa se-Kecamatan Legonkulon dan Kecamatan Pamanukan, Ketua Baznas Kabupaten Subang, FK Tagana Subang, serta para peserta Kampung Siaga Bencana dari Kecamatan Legonkulon dan Kecamatan Pamanukan. (**)












