Gus Yahya turut meminta arahan dari Pemerintah Aceh agar distribusi bantuan tepat sasaran serta relawan NU dapat terintegrasi dalam sistem komando penanganan bencana pemerintah daerah.
Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi atas respons cepat PBNU. Ia menjelaskan bahwa dampak bencana di Aceh sangat luas dan mencakup enam klaster penanggulangan, mulai dari pencarian dan penyelamatan korban hingga tahap pemulihan pascabencana.
Menurutnya, prioritas pemerintah saat ini adalah membuka akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Jalur transportasi dari Simpang KKA menuju Bener Meriah mulai dapat dilalui meski masih terbatas.
Sinergi antara PBNU dan Pemerintah Aceh juga diarahkan pada penguatan klaster kesehatan melalui pendirian posko kesehatan darurat serta klaster pendidikan dengan membuka sekolah darurat agar proses belajar anak-anak tetap berlangsung.
Usai meninjau posko Pemerintah Aceh, Gus Yahya melanjutkan kunjungan ke Dayah Ummul Ayman di Pidie Jaya yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.
Sebelumnya, Pj Ketua Umum PBNU kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, juga mengunjungi Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Rabu (17/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, PBNU menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar serta 3.000 paket sembako melalui PWNU Aceh.
KH Zulfa Mustofa menyatakan bahwa setelah dari Aceh, dirinya berencana melanjutkan penyaluran bantuan PBNU ke Sumatra Barat dan Sumatra Utara bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang, seraya berharap seluruh upaya tersebut menjadi amal khidmah yang membawa manfaat bagi masyarakat. (**)












