Menurutnya, kegiatan susur sungai merupakan langkah strategis untuk mengetahui kondisi fisik sungai dan irigasi, mengidentifikasi potensi sumbatan, pendangkalan, serta kerusakan infrastruktur, sekaligus memetakan titik-titik rawan bencana.
“Kami melakukan pembersihan aliran sungai dan drainase, sekaligus melakukan asesmen. Dengan perkiraan curah hujan tinggi hingga Maret 2026, kegiatan ini dilakukan lebih awal agar dapat mencegah terjadinya genangan atau banjir limpasan,” ujarnya.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 220 personel ini salah satunya menyasar Sungai Cileles di Kecamatan Cikole sebagai lokasi pemeriksaan dan pembersihan. (**)












