Setelah proses uji publik, Peta Jalan NU 2052 akan dibahas lebih lanjut dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibawa ke Muktamar ke-35 NU untuk ditetapkan sebagai keputusan resmi organisasi.
Selain menyusun peta jalan organisasi, PBNU juga tengah menjajaki kerja sama internasional dalam rangka membangun pusat jaringan keuangan syariah global yang dipusatkan di Indonesia. Gus Yahya mengungkapkan, konsolidasi telah dilakukan dengan berbagai entitas bisnis dan keuangan internasional dari kawasan Timur Tengah, Asia, hingga Barat.
Jaringan keuangan syariah tersebut direncanakan mencakup sektor perbankan, asuransi syariah (takaful), reksa dana, hingga manajemen aset berskala global. Tantangan ke depan, menurut Gus Yahya, adalah memastikan seluruh inisiatif tersebut dapat terintegrasi dan berpusat di Indonesia atas nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Menutup pernyataannya, Gus Yahya menegaskan pentingnya persatuan seluruh elemen NU agar agenda besar organisasi dapat berjalan kuat dan berkelanjutan.
“Tidak ada pilihan lain untuk membangun kekuatan perjuangan selain dengan tetap bersatu,” pungkasnya. (****)












