Praktik Literasi Dalam Kebijakan Gubernur
Upaya pemerintah membangun kesadaran lingkungan pun terlihat melalui berbagai program yang telah dijalankan. Salah satu contoh konkret adalah program pembersihan lingkungan kumuh di bantaran Sungai, jalan-jalan provinsi dari bangunan liar, ini mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat dilibatkan dan diberikan edukasi langsung di lapangan tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai, akibatnya mereka mulai melaporkan pencemaran dan terlibat langsung dalam menjaga kebersihan sungai tersebut.
Selain itu, program pengelolaan sampah di daerah tertentu menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat. Edukasi tentang cara memilah sampah mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Dengan demikian, langkah-langkah seperti ini tidak hanya mengurangi masalah sampah, tetapi juga mendidik masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Implementasi kebijakan yang berbasis pada literasi lingkungan ini juga ditemukan dalam upaya menstop penambangan liar. Edukasi masyarakat tentang dampak penambangan terhadap lingkungan telah memberikan dampak positif. Masyarakat yang memahami risiko dapat berpartisipasi dalam melaporkan adanya aktivitas penambangan ilegal di sekitar mereka.
Kesimpulan
Membangun kesadaran lingkungan melalui praktik literasi yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat merupakan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan berbagai kebijakan yang melibatkan pendidikan, kampanye, dan penerapan langsung dalam masyarakat, diharapkan dapat terwujud generasi yang tidak hanya memahami, tetapi juga aktif dalam melestarikan lingkungan. Kesadaran kolektif yang berkembang di kalangan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi pengelolaan lingkungan di daerah tersebut, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Meskipun tantangan dalam implementasi kebijakan masih ada, langkah-langkah yang diambil menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
REFERENSI
Alam, A., Ardi, M., Asrib, A. R., & Knowledge, E. (2018). UNM Environmental Journals. 1(April), 53–58.
Atabek-yiğit, E., Köklükaya, N., Yavuz, M., & Demirhan, E. (2010). DEVELOPMENT AND VALIDATION OF ENVIRONMENTAL LITERACY SCALE FOR ADULTS ( ELSA ). 425–435.
Environmental Awareness in Polish Society with Respect to Natural Resources and Their Protection (Overview of Survey Research). (2022). XXX, 20–31. https://doi.org/10.17951/sil.2021.30.2.357-379
Rita, M., Tomás, V., Soledad, J., Vicente, Y., Dionisia, M., La, B. D. E., Mariela, D., & Acha, H. (2022). Environmental Literacy and Its Impact on Sustainable Pedagogical Behaviors of Basic Education Teachers , Lima-Peru 2 Literature Review. 18, 856–864. https://doi.org/10.37394/232015.2022.18.80
Tan, H. H. (2021). Environmental education for the sustainable development of suburban communities in Ho Chi Minh City. 00057, 1–5.
Tsai, Y. (2021). Why Feedback Literacy Matters for Learning Analytics. 2013.
Penulis:
Sunara, SS, MM, MPd
(educational entrepreneur & Doctoral Student of Unnes Semarang)






