KKNM UNSUB 5 Ciptakan Mesin Perontok Padi di Cikawung

SAE/PESANJABAR
Mahasiswa KKNM Universitas Subang Kelompok 5 melakukan uji coba mesin perontok padi bersama masyarakat dan kelompok tani di Desa Cikawung, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

Menurut Kelompok 5 KKNM UNSUB, penggunaan mesin mekanis tersebut dapat membantu mempercepat proses perontokan dibandingkan metode manual. Waktu pengerjaan yang sebelumnya dapat berlangsung berhari-hari ditargetkan dapat dipangkas menjadi hitungan jam, sekaligus membantu menekan kebutuhan tenaga kerja.

Selain efisiensi waktu dan biaya, penggunaan mesin juga diarahkan untuk mengurangi potensi kehilangan hasil panen. Gabah diharapkan dapat dirontokkan secara lebih efektif sehingga persentase gabah yang tetap utuh dapat ditingkatkan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNM Kelompok 5, Dadang Nurjaman, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan inovasi teknologi tepat guna menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa untuk menjawab persoalan yang ditemukan di masyarakat.

“Teknologi yang dikembangkan mahasiswa harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, inovasi mesin perontok padi ini diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKNM, tetapi dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Dadang.

Kepala Desa Cikawung, Didi Gumilar, S.H., turut mendukung pelaksanaan program KKNM yang memberikan perhatian terhadap sektor pertanian sebagai salah satu potensi utama desa. Kehadiran mesin perontok padi diharapkan dapat menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan kelompok tani.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, mahasiswa merekomendasikan agar kelompok tani melakukan pemeliharaan mesin secara berkala. Perawatan tersebut diperlukan agar mesin tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan sebagai aset bersama dalam mendukung kegiatan pertanian Desa Cikawung.

Inovasi mesin perontok padi tersebut menjadi salah satu hasil pengabdian KKNM Kelompok 5 Universitas Subang yang menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi sederhana dalam mendukung efisiensi sektor pertanian di Desa Cikawung. (**)

Laman: 1 2

Exit mobile version