Ketua Yayasan Kutawaringin, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Subang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang telah selalu bekerja sama dengan Universitas Subang. Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi akademisi dan pemerintah mampu membawa perubahan positif langsung di tengah masyarakat,” kata Ahmad Sobari.
Mewakili Bupati Subang, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Imron Thomas Faturohman, ST., MM., secara resmi menyerahkan kembali para mahasiswa KKNM kepada pihak universitas.
“Pemerintah daerah mengapresiasi penuh kontribusi dan komunikasi baik yang dibangun mahasiswa UNSUB dengan warga desa. Hari ini, saya serahkan kembali peserta KKNM kepada universitas dan berharap ilmu yang didapat di lapangan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Rektor Universitas Subang, Dr. H. Drs. Komir Bastaman, SH., M.Si., menyambut kepulangan mahasiswa dengan memberikan apresiasi atas pengalaman dan kontribusi mereka selama berada di tengah masyarakat.
“Selamat datang kembali di kampus. Pengalaman berharga selama mengabdi harus menjadi pemantik untuk terus mengukir prestasi, menjaga reputasi almamater, serta tetap menjadi agen perubahan yang solutif bagi kemajuan Kabupaten Subang,” kata Komir.
Pada rangkaian penutupan tersebut, UNSUB juga mengumumkan penghargaan bagi kelompok mahasiswa terbaik KKNM 2026. Penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi program kerja, pelaksanaan kegiatan, luaran publikasi, serta kemitraan yang dibangun selama masa pengabdian.
Tiga kelompok yang ditetapkan sebagai Kelompok Terbaik KKNM 2026 Universitas Subang yakni Kelompok 5 Desa Cikawung sebagai peringkat pertama, Kelompok 18 Desa Margasari sebagai peringkat kedua, dan Kelompok 21 Desa Leles sebagai peringkat ketiga.
Penghargaan tersebut melengkapi penutupan KKNM Kampus Berdampak UNSUB 2026 yang telah berlangsung selama sekitar satu setengah bulan. Seluruh mahasiswa selanjutnya kembali melanjutkan aktivitas akademik di lingkungan Universitas Subang setelah menyelesaikan tugas pengabdian di desa masing-masing.(**)
(**)
