Kinerja BPR Ciayumajakuning Menguat, Aset Capai Rp2,87 Triliun

SAE/PESANJABAR
Sebanyak 18 BPR di wilayah Ciayumajakuning mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Penyaluran kredit mencapai Rp2,01 triliun dengan rasio kredit bermasalah yang terus membaik.

Dari sisi profitabilitas, rasio Return on Assets (ROA) BPR pada Desember 2025 tercatat meningkat menjadi 3,33 persen. Peningkatan ini sejalan dengan penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang menandakan semakin efisiennya operasional BPR.

Selain itu, kondisi permodalan BPR yang tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) masih tergolong kuat meskipun mengalami penurunan secara tahunan menjadi 20,09 persen. Penyaluran kredit BPR di wilayah Ciayumajakuning terutama terkonsentrasi pada sektor non-lapangan usaha lainnya dan sektor perdagangan besar maupun eceran.

Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit konsumsi dengan nilai mencapai Rp1,01 triliun. Namun, dari sisi pertumbuhan, kredit modal kerja mencatat peningkatan tertinggi dibandingkan kredit konsumsi dan investasi.

Secara regional, kontribusi penyaluran kredit BPR di wilayah Ciayumajakuning mencapai 10,53 persen dari total kredit BPR di Jawa Barat. Sementara itu, porsi penghimpunan DPK mencapai 12,48 persen dan porsi aset sebesar 10,83 persen terhadap total BPR di provinsi tersebut.

Untuk memperkuat sektor keuangan, OJK Cirebon terus mendorong penerapan regulasi mengenai strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024 serta penguatan BPR melalui konsolidasi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 7 Tahun 2024.

Sementara itu, kinerja bank umum dan bank umum syariah di wilayah pengawasan OJK Cirebon juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, penyaluran kredit bank umum meningkat 1,27 persen secara tahunan menjadi Rp48,15 triliun. Aset dan penghimpunan DPK juga mengalami kenaikan masing-masing menjadi Rp59,31 triliun dan Rp40,38 triliun.

Rasio kredit bermasalah bank umum tetap terjaga pada level 4,38 persen. Dari sisi nominal, kredit konsumsi masih mendominasi penyaluran kredit bank umum dengan nilai Rp23,33 triliun. Namun, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan dibandingkan kredit konsumsi maupun modal kerja. (****)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *