CIREBON.pesanjabar.com – Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan sepanjang tahun 2025 dinilai berada dalam kondisi stabil. Hal tersebut disampaikan oleh kantor Otoritas Jasa Keuangan Cirebon yang menyebut fungsi intermediasi lembaga keuangan berjalan cukup baik.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, (13/03) menjelaskan bahwa perkembangan sektor perbankan, khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR), menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025 terdapat 18 BPR di wilayah Ciayumajakuning yang mencatat pertumbuhan baik secara tahunan maupun bulanan pada berbagai indikator kinerja.
Penyaluran kredit BPR hingga akhir 2025 tercatat meningkat secara tahunan sebesar 0,35 persen menjadi Rp2,010 triliun. Meski demikian, secara bulanan terjadi kontraksi sebesar 0,55 persen. Di sisi lain, kualitas kredit mengalami perbaikan yang terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) baik secara tahunan maupun bulanan masing-masing sebesar 1,53 persen dan 0,37 persen.
Pertumbuhan positif juga terlihat pada aset BPR yang meningkat 5,54 persen secara tahunan menjadi Rp2,87 triliun, serta naik 0,60 persen secara bulanan. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 4,51 persen secara tahunan dan 0,65 persen secara bulanan hingga mencapai Rp2,28 triliun.












