Kesepakatan untuk menggelar Muktamar bersama dicapai melalui proses dialog dan perdebatan yang intens, namun tetap dilandasi semangat ukhuwah nahdliyah dan tanggung jawab menjaga persatuan organisasi.
Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, para masyayikh, serta kiai sepuh yang berperan sebagai penengah dalam proses rekonsiliasi.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, konflik internal PBNU dinyatakan berakhir. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 tetap berjalan di bawah Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.
Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk panitia bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU. Forum tersebut diharapkan menjadi jalan konstitusional dan bermartabat dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan jam’iyah Nahdlatul Ulama. (**)












