Kang Rey Janjikan Subang Leucir 2027, Mampukah Pemerintah Bertahan dengan Anggaran Terpangkas?

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi meresmikan ruas jalan Desa Blanakan–Langensari

Meski begitu, sejumlah pihak menilai langkah efisiensi besar-besaran yang dilakukan Pemkab Subang—mulai dari pemangkasan anggaran makan minum, perjalanan dinas, hingga kegiatan seremonial—menunjukkan adanya tekanan fiskal yang serius di daerah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, apakah visi “Subang Leucir 2027” bisa diwujudkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas dan pemerataan proyek pembangunan lainnya.

“Walau dana transfer berkurang, kami tetap berupaya keras agar jalan-jalan di Subang leucir pada 2027. Saya pangkas mamin 100% agar anggaran jalan tidak terganggu,” tutur Kang Rey.

Peresmian jalan yang hanya sepanjang 200 meter ini memang membawa manfaat langsung bagi warga Blanakan. Namun, secara makro, langkah tersebut menjadi cermin tantangan besar: antara idealisme pemerataan pembangunan dan realitas keterbatasan anggaran daerah.

Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, dan sejumlah pejabat tinggi dalam kegiatan ini juga memunculkan respon opini di kalangan masyarakat—apakah momentum tersebut lebih kuat sebagai simbol politik pembangunan atau sebagai bukti konkret perubahan yang dirasakan rakyat.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *