Nana juga menekankan bahwa siswa yang menulis di media sekolah berperan sebagai humas lembaga, bukan wartawan. Karenanya, tulisan mereka harus tetap faktual dan informatif agar bisa menjadi sumber informasi publik yang dapat dikutip oleh media lain.
Pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Beberapa siswa seperti Nizam, Syauki, dan Kenzin mengaku termotivasi untuk terus mengasah kemampuan menulis dan mengelola website sekolah.
Ketua Jejak Pena, Muhammad Rizieq Shihab, turut menyampaikan kesan positifnya. “Kunjungan ini sangat berkesan, menambah wawasan dan membuka pandangan kami bahwa jurnalistik merupakan bagian penting dalam dunia kehumasan,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar tetap kompak dan mempertahankan prestasi sebagai kontributor terbaik.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo dan MTsN 5 Kuningan berencana menjalin kerja sama pendampingan berkelanjutan dalam publikasi digital pelajar, guna memperkuat literasi informasi di Kabupaten Kuningan.
Pesan Anda telah terkirim
didampingi kepala sekolah dan guru diterima langsung oleh Sekretaris Diskominfo, Yati Maryati, S.P., M.Si., mewakili Kepala Dinas Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., di Aula kantor setempat.
“Semangat belajar jurnalistik dari para pelajar, apalagi di tingkat SMP, patut diapresiasi. Diskominfo tentu mendukung kegiatan literasi digital seperti ini karena dapat menumbuhkan generasi muda yang cakap informasi,” ujar Sekdis Yati dalam sambutannya.
Kepala MTsN 5 Kuningan, Sueb, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan literasi sekolah. “Walaupun masih duduk di kelas delapan, para siswa sudah aktif menulis di website sekolah. Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan jurnalistik mereka,” ujarnya.
Sesi pelatihan jurnalistik dipandu oleh Nana Suhendra, M.Pd., Pranata Humas Ahli Muda Bidang IKP Diskominfo. Dalam pemaparannya, Nana menjelaskan unsur dasar penulisan berita yang terdiri dari 5W + 1H (What, Who, Why, When, Where, How), serta memberikan contoh-contoh penulisan lead pada berbagai jenis peristiwa.
“Ketika menulis untuk website lembaga, tulisan itu disebut press release atau rilis berita resmi, bukan berita jurnalistik murni. Namun karya tersebut tetap termasuk bagian dari karya jurnalistik yang berfungsi sebagai siaran resmi lembaga,” jelasnya.
Nana juga menekankan bahwa siswa yang menulis di media sekolah berperan sebagai humas lembaga, bukan wartawan. Karenanya, tulisan mereka harus tetap faktual dan informatif agar bisa menjadi sumber informasi publik yang dapat dikutip oleh media lain.
Pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Beberapa siswa seperti Nizam, Syauki, dan Kenzin mengaku termotivasi untuk terus mengasah kemampuan menulis dan mengelola website sekolah.
Ketua Jejak Pena, Muhammad Rizieq Shihab, turut menyampaikan kesan positifnya. “Kunjungan ini sangat berkesan, menambah wawasan dan membuka pandangan kami bahwa jurnalistik merupakan bagian penting dalam dunia kehumasan,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar tetap kompak dan mempertahankan prestasi sebagai kontributor terbaik.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo dan MTsN 5 Kuningan berencana menjalin kerja sama pendampingan berkelanjutan dalam publikasi digital pelajar, guna memperkuat literasi informasi di Kabupaten Kuningan.






