Melalui kegiatan ini, Amih berharap tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan lokal di kalangan pelajar.
“Saya yakin kegiatan ini membawa dampak positif, terutama bagi generasi muda agar semakin mencintai budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi,” tambahnya.
Kegiatan Invitasi Otrad 2025 ini diikuti oleh ratusan siswa SD dari 30 kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Mereka berkompetisi dalam lima cabang olahraga tradisional, yaitu Egrang, Hadang, Tarompah Panjang, Sumpitan, dan Dagongan, yang masing-masing menonjolkan unsur ketangkasan, kekompakan, dan semangat kebersamaan.






