“Hak asasi adalah aset tak berwujud yang paling mahal yang kita punya. Saya menjadi orang pertama yang bertepuk tangan ketika Presiden Prabowo menyuarakan dukungan untuk Palestina di Sidang Umum PBB di New York, karena semua itu berangkat dari prinsip human rights,” ujar Pigai.
Pigai juga menyoroti pentingnya langkah strategis dalam lima tahun ke depan untuk memantapkan pondasi HAM menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai aspek harus diperbaiki, dijaga, maupun dibangun untuk mengakselerasi kemajuan bangsa.
“Yang rusak harus kita pulihkan. Yang sudah baik perlu dipertahankan. Yang belum ada wajib kita bangun. Lima tahun berikutnya kita percepat hingga 2034, setelah itu kita mulai berpengaruh di kawasan, dan di lima tahun terakhir kita akan menjadi pemimpin di tingkat global,” jelasnya. (**)












