Faisal berharap, peserta yang telah mengikuti LK 1 tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Para kader diharapkan melanjutkan proses pembelajaran melalui berbagai aktivitas organisasi dan kajian sehingga nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua MD KAHMI Kabupaten Majalengka, Dr. Muaz, M.Pd., menilai HMI dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, terutama dalam kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi.
Menurut Muaz, perjalanan HMI telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, lembaga legislatif, dunia akademik, hingga perusahaan di tingkat nasional dan internasional.
Ia menyebut pengalaman berorganisasi dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang untuk berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
“Menjadi kader HMI merupakan salah satu upaya mahasiswa mempersiapkan masa depan. Mereka tidak hanya diarahkan menjadi tenaga profesional sesuai bidang pendidikannya, tetapi juga dibekali kemampuan untuk memimpin dan berkiprah di bidang lain,” kata Muaz.
Dosen Universitas Sindang Kasih Majalengka tersebut menambahkan, pengembangan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan nyata dan kajian keilmuan.
Muaz juga mendorong kader HMI memanfaatkan peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perusahaan, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), serta lembaga lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi sarana bagi kader untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan kreativitas dalam berorganisasi.
Melalui pelaksanaan LK 1 ini, HMI Komisariat Sindang Kasih Cabang Majalengka diharapkan dapat melahirkan kader yang memiliki pemahaman keislaman dan kebangsaan, kemampuan organisasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat. (**)
